HAPPY ANNIVERSARY


Vicky Amin


Seorang travel writer pemula dengan gaya traveling yang serba lokal dan irit,sehingga muncul sebuah alter ego bernama....


TIMELINE


Fetri Tjang | posted update  
  • Quiz Day Elex uda hampir berakhir... Siap2 untuk claim point reward buat minggu depan. Hohoho :)

Share    

Cancel
Show Comment ( 4 )  

Yanita commented
  • Siap2 rebutan :D


Cancel



Fetri Tjang commented

Cancel



Yanita commented
  • Amin :3


Cancel



Yustian Prawira commented
  • bejibun


Cancel


Elex Media Komputindo | posted update  
  • QUIZ WINNER DAY 25



    Selamat untuk Sukma Jaya terpilih menjadi pemenang Quiz HUT 31 Day 25

    Akan kami konfirmasikan lewat email :)

    Untuk yang lain jangan berkecil hati ya, kita masih ada Quiz Day 26 di www.elexmedia.id/quiz

    "Admin kembali dari perantauan, maap ya yang pemenang2 kemarin belum dikontak. Hari ini sudah dikontak semua deh"

Share    

Cancel
Show Comment ( 3 )  

Armi A. commented
  • Selamat ya ^^


Cancel



Fetri Tjang commented

Cancel



Yanita commented
  • Selamat ya :3


Cancel


Elex Media Komputindo | posted update  
  • Selamat untuk pemenang KuisKoro

    Forum Elex: FairyLucyka
    Portal Elex: Ahmad Zaenuri
    Instagram: rizky_langiit
    Facebook: Boy Manurung
    Twitter: Imani Clarasaty @claraa_chan

    Untuk keterangan lebih lanjut bisa klik http://ow.ly/XSiXm

    Bila sakit berlanjut, hubungi dokter

Share    

Cancel
Show Comment ( 2 )  

Armi A. commented
  • Kagak menang hahahah


Cancel



Fetri Tjang commented
  • Kurang beruntung hahahah


Cancel


Elex Media Komputindo | posted update  
  • JOB VACANCY

    Lowongan Penerjemah Bahasa Inggris Lepas (NON FIKSI)
    Syarat :
    1. Menguasai bahasa Inggris tulisan dengan baik
    2. Sering membaca buku (diutamakan nonfiksi) dan memiliki referensi buku bacaan terbitan luar negeri
    3. Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi
    4. Menguasai bahasa Indonesia dengan EYD dan diksi yang baik
    5. Mampu bekerja dengan tenggat waktu
    6. Bersedia mengikuti rangkaian seleksi
    7. Batas usia minimal 18 tahun

    Kirim ke :
    - email : farah@elexmedia.co.id
    - Subject : Freelance Penerjemah

    Sertakan :
    - Surat lamaran diri
    - Data diri
    - CV
    - Contoh naskah yang pernah diterjemahkan (jika ada)
    - Menyertakan 3 judul buku terakhir yang baru saja dibaca (disertai keterangan waktu baca dan review 2 buku diantaranya)

Share    

Cancel
Patricia Lin | posted update  
  • seri terakhir Trembled Moon -> http://elexmedia.id/novel_lounge/novel_detail/188

Share    

Cancel
Anhar Crow | posted update  
  • Celoteh Kecil

    “Hei,,,Nike,,,,,enak ya lo” keluh Baki penuh rasa iri

    “Enak bagaimana?”Tanya Nike

    “Iya lah,,,bagaimana gak enak,,,,lo selalu dapat perhatian lebih dari si bos” keluh Baki lagi

    “Yah,,, sebenarnya sama saja Ki,,,,”

    “Sama bagaimana?”

    “Ya kita sama sama hanya pelayan Sibos” jawab Nike

    “Ya kalau itu gw juga tau,,, tapi lo selalu dapat perlakuan khusus dan selalu mendapat tempat tersendiri dihati sibos”

    “Ya sudah gak usah ambil pusing,,,kita rasakan saja seperti apa kita diperlakukan si bos” pinta Nike

    Baki tiap hari selalu sedih ketika dia ingat bahwa sibos selalu memperlakukanya gak adil karna lebih mengutamakan Nike ketimbang dirinya bahkan sibos hanya mengajaknya ketempat yang selalu gak enak dan tempat terburuk yang pernah ia temukan dimuka bumi ini .Dalam diam Baki selalu ingin protes dan berteriak kepada bosnya tentang ketidak adilan yang ia alami.Rasanya ia ingin protes tapi gak pernah punya kesempatan untuk protes.

    Baki berusaha sabar dan tabah menerima perlakuan itu tapi dalam hati tak jarang ia pun berusaha meyakini bahwa mungkin itu sudah menjadi nasibnya, yang memang harus bisa melayani sibos dengan baik meski sudah bertahun tahun tapi tak pernah ia merasa dihargai apalagi diperhatikan.Bagaimana tidak,,, ketika ada sesuatu moment penting atau hal hal yang menyenangkan selalu Nike yang diajak si bos tapi ketika ketempat becek dan kotor Baki yang diajak.

    Baki tak pernah mendapat fasilitas lebih dari sibos,, bahkan ia mendapatkan perlakuan yang ala kadarnya dari sibos. Ketika dia gak bersih pun bos gak pernah komplain sedangkan jika Nike,,,terlihat kucel atau bau sedikit pun langsung dikomplain sama sibos.

    Nike selalu dituntut serapi mungkin dan wangi sedangkan Baki tak mendapatkan perhatian itu,,, Mau kotor atau bau sekalipun pasti cuma disuruh bersih bersih ala kadarnya.

    Keluhan Baki yang tak ada henti hentinya didengar oleh Panto dan malah Panto berbalik melihat Baki jauh lebih enak dan pekerjaannya jauh lebih mulia dibandingkan Panto.

    “Heiiii,,,,Baki,,, Lo kenapa sih,,,gw denger denger ngeluh mulu?” tanya Panto

    “Iya nih,,, Bos kita gak adil?”

    “Gak adil bagaimana?” tanya Panto sedikit heran

    “Si bos gak perhatian sama gw,,, bahkan nasib gw aja selalu dikesampingkan”

    “Mau gw bau atau kotor ga perduli si bos”tambah Baki

    “Kadang gw kehujanan,kepanasan,kedinginan pokoknya kondisi gw gak terlalu diperhatikan sama si bos” lanjut Baki

    “Ah lo mah enak Ki” ucap Panto

    “Enak gimana?”tanya Baki heran

    “Lo mah enak cuma dirumah doank dan paling jauh 100meter dari rumah ketika melayani si Bos,,, dan banyak istirahatnya”

    “Lah Gw,,, setiap hari harus melayani si bos,,, mulai pagi sampa sore 5 hari dalam seminggu dan lo pasti tau bagaimana rasa capenya”

    “Bahkan malam pun masih harus melayani sibos,,, ketempat tempat gak jelas” lanjut Panto

    “Tempat gak jelas gimana?”

    “Ya gak jarang gw harus menemani sibos ketempat maksiat” keluh Panto

    “Harus ke Bar, ke Pesta yang penuh dengan kemaksiatan dan masih banyak lagi”

    “Tapi kan lo enak bersih terus dan penampilan lo keren” ucap Baki

    “Bersih dari mana?” tanya Panto

    “Lah itu lo liat aja sendiri di cermin,,, penampilan lo keren dan meyakinkan sedangkan gw kucel dan lusuh”

    “Lo gak tau aja,,, gw itu cuma polesan doank kerenya,,, kadang gw sudah lelah seharian tapi malam harus tetap terlihat keren jadi cuma cuci muka dan dipoles doank biar terlihat keren” ucap Panto,sedang asyik dalam obrolan Panto dan Baki tiba tiba Nike ikut nimbrung menimpali obrolan mereka

    “Enakan lo berdua sebenarnya” ucap Nike

    “Kok bisa tanya Panto dan Baki”

    “Kalau gw boleh mengeluh gw juga merasa diperlakukan gak adil”

    “Bukannya lo selalu diperhatikan si bos dan hanya hari minggu pagi doank kerjanya”tanya Panto

    “Iya,,, gw memang cuma minggu pagi melayani si bos tapi terkadang gw sudah lelah dan ingin nyerah tapi si bos tetap aja maksain agar gw tetap kuat”ucap Nike

    Setelah obrolan ketiganya Panto,Baki,dan Nike mereka mulai belajar mengerti ternyata apa yang mereka lihat itu tak selamanya menyenangkan bagi yang mengalaminya. Jadi ketiganya mulai menyadari bahwa mereka itu punya tugas masing masing sesuai fungsi dan manfaatnya. Baki (Sendal Bakiak) dia hanya digunakan di rumah tepatnya tak jarang hanya dipakai untuk kekamar mandi atau tempat tempat becek tapi tak jarang bakiak juga dipakai oleh pemiliknya untuk kemasjid tapi gak pantas untuk kekantor,pesta atau untuk olah raga. Nike (Sepatu Sport) dia hanya digunakan untuk berolahraga , mulai dari lari atau aktivitas lainnya yang berhubungan dengan dunia olah raga. Sedangkan Panto (Sepatu Pantofel) dia digunakan oleh pemiliknya untuk kekantor dan juga ketempat tempat resmi lainnya dan dia tak jarang memang dipaksa tampil keren meski tak dicuci oleh si empunya.

    Jadi belajar mensyukuri apa yang kita miliki itu jauh lebih nikmat dari pada kita menyimpan rasa iri akan hal yang dimiliki orang lain karna apa yang kita lihat enak dan nyaman belum tentu nyaman dan pas buat kita.


    Selamat siang sahabat elexmedia

Share    

Cancel
Show Comment ( 1 )  

Yustian Prawira commented
  • wah kereb lagi deh :3 , terkesima setiap ngepost


Cancel


Hendra Wijaya | posted update  
  • FREKWENSI MENGANDUNG INFORMASI
    Ditulis oleh Hendra Wijaya pada tanggal 24 Agustus 2010.

    Pada tanggal 23 Agustus 2010 sekitar jam 20.00 WIB malam, penulis menonton siaran televisi swasta RCTI yang menayangkan acara Maha Karya dari Istora Senayan Jakarta dalam rangka acara hari ulang tahun RCTI yang ke 21.

    Dalam acara tersebut penulis berkesan dengan salah satu acara yang diperagakan oleh salah seorang master hipnotis dari Indonesia yang sering menampilkan acara hiptonis di layar kaca televisi Indonesia.

    Pertama-tama master tersebut menyuruh seluruh penonton di studio mengeluarkan kertas dan spidol yang sudah disiapkan dibawah kursi, juga untuk penonton di rumah-rumah yang menonton acara tersebut melalui layar televisi agar menyiapkan kertas dan vulpen/spidol.

    Selanjutnya dia memberi penjelasan di atas panggung yang artinya kira-kira sebagai berikut: setiap manusia pada saat berbicara atau mengeluarkan pendapat, dari dalam dirinya akan mengeluarkan informasi yang berupa partikel-partikel yang menyebar di udara dan partikel-partikel yang mengandung informasi tersebut akan diterima oleh pihak lain, walaupun kalimat yang diucapkan berbeda bahasanya (catatan: jika terjadi perbedaan pengertian, akan diperbaiki kemudian).

    Pada peragaan tersebut, master dari Indonesia ini mengundang secara acak beberapa orang dari berbagai daerah yang bisa bicara bahasa daerah dan juga salah seorang penonton dari luar negeri (Perancis) yang ikut menyaksikan acara tersebut naik ke atas panggung. Kemudian menyuruh seluruh penontong dari bawah panggung (lebih dari 1000 orang penonton) menulis salah satu obyek apa saja dalam bahasa Inggris di atas selembar kertas kemudian dilipat menjadi pesawat kertas sehingga bisa dilempar terbang ke atas panggung, ada banyak sekali kertas lipatan pesawat yang bertulisan terbang menuju panggung dan jatuh di lantai atas panggung.

    Diatas panggung sudah ada sekitar 10 orang yang bisa berbahasa daerah masing-masing, salah seorang dari mereka ditugaskan memilih dan mengambil salah satu kertas lipatan pesawat yang telah dilempar ke atas panggung, kemudian menggambarkan objek tersebut pada kertas kosong tanpa diketahui oleh orang Perancis yang ada diatas panggung maupun penonton yang ada di bawah panggung termasuk penonton dari rumah.

    Selanjutnya obyek yang telah digambar di atas kertas secara satu persatu diucapkan dalam bahasa daerah oleh mereka (sekitar 10 orang) yang ada di atas panggung kepada orang Perancis tersebut (dia sudah tinggal di Indonesia selama 6 bulan). Bahasa daerah yang disampaikan antara lain berupa bahasa daerah Jogya, Tegal, Bali, Bajar dan bahasa daerah lainnya.

    Setelah orang Perancis tersebut selesai mendengar ucapan-ucapan kalimat dalam berbagai bahasa daerah, sang master bertanya kepadanya: apakah anda mengerti apa yang mereka katakan, orang Perancis menjawab: saya tidak mengerti. Selanjutnya sang master menyuruh orang Perancis tersebut menggambarkan obyek yang muncul dibenaknya pada saat mendengar atau setelah selesai mendengar bahasa daerah di atas kertas yang sudah disediakan.

    Setelah selesai, pertama-tama obyek yang digambarkan dan diucapkan dalam berbagai bahasa daerah ditunjukkan kepada penonton berupa gambar Handphone dan ada tulisan “handphone” disebelahnya. Setelah itu kertas yang telah digambar obyek/ditulis sesuatu oleh orang Perancis ditunjukkan kepada penonton, ternyata berupa tulisan kata “Phone”, Peragaan ini mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton.

    Peragaan tidak sampai disini, orang Perancis tersebut ditugaskan lagi untuk memilih salah satu kertas lipatan pesawat yang sudah ada di atas panggung, dia memilih salah satu kemudian ganti lagi dengan kertas lipatan kertas yang lain, setelah itu gambar obyek yang dilihat di atas kertas lipatan digambarkan kembali di atas kertas kosong dan tidak diperlihatkan kepada penonton, baik pada penontong di atas panggung, di bawah panggung maupun penonton via layar televisi di rumah dari penjuru dunia.

    Penonton-penonton acara tersebut termasuk yang ada di rumah-rumah dari penjuruh dunia diminta memperhatikan ucapan-ucapan dari orang Perancis dalam bahasa Perancis, jika ada sesuatu obyek yang muncul dibenak penonton agar langsung ditulis atau digambarkan diatas kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu.

    Dirumah, kota Cakranegara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang lokasinya jauh dari Senayan Jakarta, penulis juga telah menyiapkan kertas dan vulpen untuk mengikuti acara ini, penulis memperhatikan dari layar kaca pada saat orang Perancis tersebut mengucapkan dalam bahasa Perancis yang tidak diketahui artinya.

    Ditengah-tengah ucapannya (bahasa Perancis), dalam batin penulis melihat ada “suatu tulisan” dibagian kiri atas layar kurang lebih 10 cm diluar televisi bergerak perlahan-lahan dari kiri ke kanan, penulis langsung menulis suatu kata sesuai dengan yang “melintas” di depan (diluar) layar televisi pada kertas dan tidak lagi memperhatikan ucapan-ucapan berikutnya yang belum habis diucapkan oleh orang Perancis dari atas panggung.

    Pada saat orang Perancis tersebut selesai bicara dalam bahasa Perancis, sang master menyuruh para penonton menulis atau menggambar obyek yang muncul dibenak mereka masing-masing, sesaat kemudian obyek yang ditulis/digambar oleh orang Perancis di atas kertas ditunjukkan kepada seluruh penonton baik yang ada di atas panggung, di bawah panggung maupun yang ada dirumah-rumah.

    Para penonton di studio baik yang ada di atas panggung maupun yang ada dibawah panggung menunjukkan gambar mereka, ternyata banyak sekali penonton yang menggambar obyek yang sama mirip dengan obyek yang digambar oleh orang Perancis tersebut, yaitu berupa satu buah rumah dan di sampingnya ada gambar pohon. Keadaan ini membuat penonton studio tepuk tangan yang meriah.

    Penulis jadi terdiam sejenak, karena yang “terlihat melintas” di depan (diluar) televisi tadi oleh penulis dan ditulis di atas selembar kertas tadi adalah kata “RUMAH”, ini diketahui oleh istri penulis yang duduk di samping, apakah ini adalah kebetulan saja ? Karena hal ini dialami langsung oleh penulis, maka penulis menulis artikel ini.

    Pada tanggal 7 Mei 2009, penulis pernah menulis suatu artikel yang berjudul : “Lingkam, Pikiran (Otak) dan Kemampuan Pikiran”, dalam artikel tersebut dijelaskan: “Lingkam adalah informasi yang ditimbulkan oleh diri kita secara tiba-tiba, dan informasi ini timbul bisa disebabkan setelah diri kita menerima informasi dari luar”. Rupanya definisi yang tertulis dalam artikel tersebut telah terbukti pada malam hari tanggal 23 Agustus 2010 pada saat penulis menonton acara televisi RCTI.

    Menurut pendapat kami, “Lingkam” mungkin saja bisa timbul setiap saat dalam diri manusia, hanya saja ada yang memperhatikan dan ada yang abaikan begitu saja karena menurut mereka itu hanya kebetulan saja…

    Para pembaca yang budiman, bagaimana menurut pendapat Anda ?

    Post: 10 Pebruari 2016.

Share    

Cancel